Telah dibuka PPDB 2019/2020

***Dibuka PPDB 2019/2020 *** "Qurani" Berprestasi

ICP


ICP


Kelas Reguler dan International Class Program (ICP)
Kelas Reguler adalah kelas yang menerapkan kurikulum Dinas Pendidikan dan Islam Terpadu dengan konsep full day school sehingga penerapan pembiasaan dan budaya sekolah menjadi lebih terpadu.
Pada bulan September 2018, SDIT Utsman bin Affan bekerjasa sama dengan SD Al Falah Darussalam Tropodo Waru Sidoarjo membuka kelas International dengan kurikulum Cambridge, yang artinya bahwa SDIT Utsman bin Affan telah menjadi bagian dari sekolah Internasional dengan kurikulum Cambridge memalui SD Al Falah dengan nomor identitas sekolah internasional yaitu ID290. Maka selanjutnya Kelas Internasional ini  bernama Internasional Class Program (ICP).
Program ICP ini merupakan kelas regular plus yaitu menerapkan Kurikulum Nasional yang berlaku sesuai dengan Dinas Pendidikan, namun dalam prosesnya terdapat tambahan kurikulum Cambrigde. SDIT Utsman bin Affan mengajukan permohonan dengan dilengkapi persiapan dan perlengkapan yang matang baik dari segi kualitas guru yang sangat baik dan sarana prasana yang memadai, menyesuaikan dengan standar kurikulum Cambridge yang berlaku. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran semua siswa dan guru selalu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik mereka dalam proses belajar atau diluar proses belajar.

Kurikulum dan Sistim Pembelajaran International Class Program
Internasional Class Program menggunakan 2 kurikulum:
1. Kurikulum Nasional.
2. Kurikulum Cambridge
Mengapa kami menggunakan 2 kurikulum tersebut?
Ini merupakan salah satu upaya mempersiapkan siswa kita menjadi warga dunia yang harus siap berkomunikasi dan berkompetisi dengan warga dunia lainnya. Cikal bakal itu sudah kita lihat saat ditetapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dalam bahasa Inggrisnya negara-negara ASEAN menyebutnya dengan sebutan, ASEAN Economic Community (AEC) bahkan akan diperluas hingga Asia hingga dunia. Sehingga kemampuan, pengetahuan, dan pembiasaan berkomunikasi dalam bahasa Ingris harus diajarkan dan diterapkan sejak dini. Harapan akhir dari semua itu adalah kami mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di era globalisasi serta menyiapkan generasi yang siap menatap zamanya, seperti yang sudah tercermin dalam visi dan misi kami.

Apa perbedaan Kurikulum Nasional dan International?
Kurikulum nasional dan kurikulum international sebenarnya sangat berkaitan erat dan bahkan bisa dikatakan sama, sehingga boleh dikatakan bahwa kurikulum nasional sillabusnya dan proses pembelajaran serta penulisanya menggunakan bahasa Indonesia sedangkan kurikulum International Cambridge menggunakan bahasa Inggris.
Apa saja yang akan dipelajari siswa di Internasional Class Program?
Siswa ICP mendapatkan mata pelajaran yang sama dengan regular dengan keunggulan penerapan Kurikulum Cambridge pada 3 (tiga) mata pelajaran yaitu Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris.
Siswa akan mempelajari bidang studi sebagai berikut: 
Kelas 1 - 2
No
Mata Pelajaran
Reguler
ICP
1
Pendidikan Agama Islam
ü
ü
2
Matematika
ü
ü
3
Ilmu Pengetahuan Alam
ü
ü
4
Bahasa Inggris
ü
ü
5
PKN
ü
ü
6
Bahasa Indonesia
ü
ü
7
Ilmu Pengetahuan Sosial
-
-
8
Penjaskes
ü
ü
9
Seni Budaya dan Prakarya
ü
ü
10
Komputer
ü
ü
11
Pendidikan Al Qur’an
ü
ü
12
Bahasa Arab
ü
ü
13
Bahasa Daerah
-
-
14
Adab
ü
ü
15
Pramuka
ü
ü
16
Ektrakurikuler
ü
ü




Kelas 4 – 6
No
Mata Pelajaran
Reguler
ICP
1
Pendidikan Agama Islam
ü
ü
2
Matematika
ü
ü
3
Ilmu Pengetahuan Alam
ü
ü
4
Bahasa Inggris
ü
ü
5
PKN
ü
ü
6
Bahasa Indonesia
ü
ü
7
Ilmu Pengetahuan Sosial
ü
ü
8
Penjaskes
ü
ü
9
Seni Budaya dan Prakarya
ü
ü
10
Komputer
ü
ü
11
Pendidikan Al Qur’an
ü
ü
12
Bahasa Arab
ü
ü
13
Bahasa Daerah
ü
ü
14
Adab
ü
ü
15
Pramuka
ü
ü
16
Ektrakurikuler
ü
ü
17
Bimbel (kelas 6)
ü
ü

Bagaimana dengan sistim pembelajaranya?
Pembelajaran Mathematics, Science, dan English menggunakan sillabus atau yang biasa di sebut dengan Framework dari International Examination of Cambridge University sedangkan pembelajaran selain ketiga bidang studi tersebut kami menggunakan kurikulum Nasional (Pendidikan Nasional). Dengan demikian siswa akan siap menghadapi ujian Nasional maupun ujian international (Primary Check Point). Komunikasi selalu menggunakan bahasa Inggris diluar jam pembelajaran kurikulum nasional. Khusus Pendidikan Al Quran terdapat membaca dan menghafal (tahfidz) Al Qur’an dengan metode Wafa
Apakah siswa bisa mengikuti ujian Nasional?
Tentu dan pasti bisa, dengan adanya pengajaran kurikulum nasional memang kami punya tujuan bahwa siswa selain bisa ikut ujian Internationa, yang paling utama adalah siswa bisa mengikuti ujian Nasional.
Apakah waktu yang tersedia cukup untuk mempelajari semua pelajaran yang tersebut diatas?
Waktu yang kami sediakan lebih dari cukup untuk mempelajari semua pelajaran tersebut, karena kami menerapkan:
1. Full day school.
2. Menggunan IT dan Multimedia.
3. Metode Pembelajaran terkini yang kreatif, efektif dan menyenangkan.
4. Program Bimbel.
5. Try Out untuk mengelompokan rata-rata kemampuan siswa yang kemudian akan di beri bimbingan belajar khusus.
6. Kontrak belajar yang dibuat antara murid, wali murid, dan sekolah.
7. Program-program lain yang diterapkan untuk mencapai nilai diatas rata-rata.