Telah dibuka PPDB 2019/2020

***Dibuka PPDB 2019/2020 *** "Qurani" Berprestasi

Sekolah Utsman

Suasana Depan Sekolah.

Cinta Tanah Air

Membangun Kedisiplinan.

Hidup Bersih

Green School.

Cinta Lingkungan

Green School.

Berkahlakul Karimah

Generasi Qurani

Berkemajuan

Berbasis Teknologi

Qurani

TAHFIDZ

Minggu, 25 November 2018

Terimakasih Guruku


Selamat Hari Guru

Dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim yang ditulis oleh Burhanuddin al-Zarnuji, menyatakan dalam syair yang dikutipnya, sebagai berikut:

أَلَا لَـنْ تَنَــالُ الْــعِـلْمَ إِلَّا بِسِــتَّةٍ سِأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانِ
ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاصْطِبَارٌ وَبُلْغَةٌ وَإِرْشَادُ أُسْتَاذٍ وَطُـوْلُ زَمَانِ

Kata beliau, “Engkau tidak akan mencapai ilmu itu kecuali dengan enam hal. Aku akan jelaskan kepadamu secara garis besarnya: cerdas, sungguh-sungguh, sabar, ada bekal, ada guru yang membimbing dan masa yang panjang.”

Ia jelas-jelas meletakkan peranan guru sebagai salah satu syarat mutlak mendapatkan ilmu. Jika tidak dipenuhi, maka ilmu itu tidak akan engkau capai (lan tanal).

Ini pernyataan bukan serba-serbi atau penghias bibir saja. Benar adanya bahwa tanpa guru kita akan kehilangan inti ilmu, ilmu yang hakiki mustahil didapat. Bahkan akan berpotensi besar menuju kesesatan. Makanya dalam Islam ada ilmu sanad, di mana ilmu itu mengalir melalui periwayatan sejak Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam, kepada para sahabat, kepada para tabiin, kepada para tabiuttabiin, kepada para ulama dan sampailah ilmu itu kepada kita semuanya.

Guru adalah mursyid, pembimbing. Di zaman kini, di dunia akademik maupun di perusahaan, ada konsultan atau supervisor. Guru adalah mirip-mirip dengan itu, yang membing, mensupervisi, menjadi konsultan kita dalam meniti jalan mencapai ilmu mengenali kebenaran hakiki.
Apa gunanya semua itu? Gunanya agar potensi kesalahan tidak banyak dan kesuksesan lebih mudah diukurnya.

Menurut al-Zarnuji dalam Ta’lim-nya, guru ibu bapak kita dalam ilmu. Oleh karena itu guru harus kita ta’dzimi dan hormati. Bahkan saking urgennya guru, Khalifah keempat Ali r.a menyatakan:

“Aku adalah hamba orang yang mengajariku satu huruf. Jika ia mau bisa menjualku dan bisa juga memerdekakanku.”
.
#sekolahutsman #generasiqurani #generasiberprestasi #sekolahislaminternasional
#sekolahislamsurabaya
#hariguru #hariguru2018 #DinasPendidikanSurabaya

Selasa, 20 November 2018

Mengenang Rasulallah SAW


Cara terbaik mengenang Rasulallah Muhammad SAW adalah dengan memperbanyak sholawat kepadanya,  beserta keluarga dan para pengikutnya. .
Selain itu belajar Sirah Nabi juga merupakah cara yang baik agar memahami semangat dakwah dan mengikuti jejak langkah beliau. .
Sirah inilah menjadi pelajaran khas di Sekolah Utsman, karena dari sejarahlah bisa mengenal dan menumbuhkan semangat jiwa. .
Allahummasholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, wa man tabi'ahum bi ihsan ila yaummiddin. .
#maulidnabi #maulidnabi1440h #maulidnabimuhammadsaw #sirahnabawiyah #sekolahutsman #generasiqurani #generasiberprestasi #sekolahtahfidzsurabaya #sekolahislaminternasional #sekolahislamsurabaya

Minggu, 18 November 2018

Keuatamaan Ilmu


Semuanya ada ilmunya. Ungkapan ini benar adanya, karena sesuatu yang dilandasi tanpa ilmu pasti berpeluang untuk salah bahkan menyesatkan. Maka paham akan sesuatu adalah penting sebelum mengamalkannya.

Bahkan mengikuti orang yang baik sekalipun kita diminta mengetahui apa landasan ilmu orang itu mengamalkannya, bukan berdasarkan pokoknya.
Tradisi keilmuan yang demikian ini membuat Islam semakin besar.
Untuk menjadikan anak anda belajar klik https://www.sekolahutsman.com

Sabtu, 17 November 2018

Beertanya adalah kunci ilmu


Malu bertanya sesat dijalan. Ini pepatah yang polpuler dan ada benarnya juga. salah satu kunci penting dalam belajar adalah bertanya, tentu dengan bertanya kepada yang ahlinya, dari orang yang paham itulah ilmu bisa didapat.

Kemampuan membuat pertanyaan juga menunjukkan kualitas kecerdasan lho...kok bisa, semakin membuat orang yang ditanya menguras kemampuannya maka semakin berkualitas pertanyaan itu, bahkan kalau perlu yang ditanya sampai mengatakan "pertanyaan adan saya jawab besok, karena saya akan belajar lagi?"

Maka inilah sesungguhnya tradisi belajar umat Islam. Guru dan murid bisa saling belajar dan berlomba untuk belajar terus dan terus.

Jumat, 16 November 2018

Menumbuhkan Kebiasaan Menulis


Bapak/Ibu mempunyai murid yang sulit atau malas menulis? Terkadang, murid yang tidak terbiasa menulis bisa menghambat proses belajar mereka di kelas. Murid menjadi malas untuk mencatat pelajaran di kelas dan membuatnya kesulitan untuk mempelajarinya kembali sepulang sekolah. Apalagi di era teknologi seperti sekarang ini yang dapat membuat motivasi menulis murid menjadi semakin menurun. Mereka lebih tertarik untuk mengoperasikan gadget dan mencari sumber ilmu dari internet. Ada tujuh cara yang bisa Bapak/Ibu coba untuk menumbuhkan minat siswa dalam menulis. Berikut tipsnya!

1. Mulai dengan menumbuhkan kebiasaan membaca pada siswa

Tumbuhkan kebiasaan membaca pada siswa (Sumber: thoughtco.com)

Ini merupakan salah satu hal terpenting yang bisa dilakukan untuk mendorong siswa menjadi lebih gemar menulis dan bisa menulis dengan baik. Seseorang yang rajin membaca tentunya akan menjadi akrab dengan teknik-teknik menulis dan gaya penulisan yang cocok dengan kepribadiannya. Siswa juga bisa lebih banyak mengeksplorasi berbagai macam jenis tulisan. Semakin banyak anak membaca, maka akan semakin berkembang diksi serta kebahasaan mereka.

2. Jangan batasi imajinasi siswa

Biarkan siswa berimajinasi (Sumber: medium.com)

Saat siswa sudah mulai tertarik untuk membuat tulisan, jangan batasi tema tulisan yang ingin mereka buat. Biarkan imajinasi mereka berkembang untuk kemudian disalurkan ke dalam tulisan. Baik itu mengenai superherokesukaan mereka, cita-cita mereka, atau mungkin hal lainnya. Membatasi imajinasi siswa akan menghambat kebebasan mereka untuk mengembangkan kemampuan atau kreativitas dalam menulis. Dengan menulis hal-hal yang mereka sukai, bisa menjadi awal dari sebuah karya tulisan yang lebih baik.

3. Fasilitasi siswa dengan media menulis

Fasilitasi siswa dengan media menulis (Sumber: blogspot.com)

Bapak/Ibu juga bisa menyediakan media komunikasi bagi siswa sekaligus sebagai sarana publikasi hasil tulisan mereka. Salah satunya bisa berupa mading, atau bahkan sekadar papan di kelas dengan tema yang berbeda-beda setiap bulannya. Media ini bisa menjadi tempat bagi siswa menyalurkan karya tulisan dan menjadi wadah aktualisasi bagi mereka. Jika dimanfaatkan dengan baik, media seperti ini dapat menumbuhkan minat siswa untuk menulis. Bapak/Ibu juga bisa menggunakan teknologi seperti blog sebagai wadah tempat menulis bagi siswa.

4. Hargai dan dukung selalu hasil tulisan siswa

Beri dukungan atas hasil tulisan siswa (Sumber: mtmtv.info)

Dalam setiap tulisan yang siswa buat, tentu selalu ada hal yang dapat Bapak/Ibu puji. Walaupun masih ada hal-hal yang kurang sempurna, hargailah usaha mereka karena telah mau mencoba dan mencurahkan kemampuan mereka ke dalam tulisannya. Nilailah prosesnya dan jangan menilai hasilnya saja. Baik atau buruk hasil dari tulisan siswa harus tetap dihargai dengan memberikan pujian. Lakukan hal ini agar siswa tetap termotivasi dan belajar untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang lebih baik lagi nantinya.

5. Tidak perlu mengajarkan terlalu banyak tata bahasa saat siswa baru mulai menulis

Jangan terlalu banyak mengajari tata bahasa (Sumber: banterspeech.com.au)

Tata bahasa yang baik dan benar bersifat berkembang dan akan dikuasai anak sedikit demi sedikit. Jangan mengajarkan terlalu banyak tata bahasa yang rumit saat anak baru saja mulai belajar menulis. Ingat bahwa anak akan secara alami belajar menulis dalam bahasa yang biasa mereka baca, sama seperti belajar berbicara dari bahasa yang mereka dengar. Maka, membaca itu penting bagi siswa agar mereka dapat menulis dengan tata bahasa yang baik.

6. Manfaatkan teknologi

Manfaatkan teknologi (Sumber: edgenuity.com)

Saat ini kebanyakan siswa pasti lebih senang bermain dengan gadget. Nah, hal ini dapat dimanfaatkan oleh Bapak/Ibu Guru menjadi sesuatu yang positif, karena bermain gadgettidak selalu memberikan dampak negatif pada siswa. Berikan masukan yang positif agar mereka bisa memanfaatkan kebiasaan bermain gadget untuk belajar menulis. Banyak media sosial seperti google+, facebook notes, atau platform blog seperti wordpress dan blogspot yang bisa dengan mudah diakses melalui gadget. Jika dikembangkan, kebiasaan menulis di media sosial ini juga bisa mendatangkan uang, lho.

7. Jangan menuntut siswa untuk menulis dengan sempurna

Hargai usaha siswa (Sumber: iowareadingresearch.org)

Saat siswa baru saja belajar dan berlatih dalam membuat tulisan yang baik, janganlah menuntut mereka untuk memberikan tulisan yang sempurna. Saat anak merasa tulisannya dituntut untuk sempurna, maka bisa saja ini akan menyingkirkan kreativitas atau bahkan kelumpuhan besar bagi mereka dalam menulis.

Menulis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Kemampuan menulis akan bermanfaat untuk setiap siswa di masa yang akan datang. So, asahlah kemampuan siswa Bapak/Ibu Guru mulai dari sekarang. Mau memberikan pengajaran privat kepada siswa dengan waktu yang lebih fleksibel? Yuk, jadi guru privat di ruangles!